10 Pertanyaan yang Biasa Ditanyakan oleh Calon Pencari Kos

1. Harga
Pastinya dong! Semua anak kos pertama kali bertanya adalah “Berapa harga Kosnya per bulan?”
Tahukah anda bahwa kos seharga 800rb belum tentu lebih murah dari kos 1 juta? dan kos dengan harga yang sama belum tentu
memiliki kualitas yang sama. Dimana perbedaaannya? Simak point-point berikutnya ya…

2. Fasilitas
“Ada fasilitas apa saja?” tanya Susi ketika dia menelepon penjaga rumah kos di sektor 6 itu. Tentu karena seringnya Susi
bertanya dan penjaga kos menjawab, seakan ketika jawaban itu muncul, pertanyaan itu hanya sebagai pertanyaan tambahan
saja. “Jadi seharusnya seperti apa ketika bertanya tentang fasilitas kos? Tentu kita harus cukup detail.

3. Kamar Mandi
Nah, ini penting sekali. Kebanyakan pencari kos mencari kamar mandi dalam sebagai kamar favorit dalam pencarian. Padahal
kalau kita bisa hitung, maka dengan fasilitas kamar mandi luar pun kita bisa tetap nyaman. Seperti apa perhitungannya?
Pertama, pastikan dulu dengan penjaga kos berapa TOTAL jumlah kamar yang ada dan berapa TOTAL kamar mandi luar yang
tersedia. Perhitungkan dengan baik. Misal: bandingkan total 6 kamar dengan 2 kamar mandi (3:1) dengan 8 kamar plus 2 kamar
mandi (4:1). tentu plihan pertama adalah yang terbaik. Atau, total 20 kamar plus 5 kamar mandi (4:1). Walaupun kamar mandi
yang tersedia sedikit selama perbandingan dengan kamar lebih baik, maka pilihlah yang lebih sedikit rasionya.

4. Parkir Mobil
Nah, banyak sekali yang bertanya tentang parkir mobil. Untuk sebuah rumah yang menjadi kos-kosan tentu tidak semua bisa
menampung mobil didalam garasinya. Pertanyaan paling tepat adalah “Kalau saya bawa mobil, dimana saya bisa memarkir mobil
saya?”. Nah dari jawaban penjaga kos bisa diketahui tentang lingkungan sekitar. Misal: Bisa parkir di jalan, Bisa parkir
di depan rumah kosong atau lainnya. Saya hanya kadang cukup penasaran. Kalau kos pasti inginnya bisa dekat dengan akses ke
kantor atau ke sekolah. Nah, kalau naik mobil dan cukup dekat, bukankah akan sangat tidak efisien jika harus keluar masuk
mobil? Mungkin temen-temen bisa kasih komentar dibawah

5. Internet
Tentu ini harus dipastikan juga, apakah memang ada koneksi internet di kos tersebut. Internet telah menjadi salah satu
fasilitas penting bagi penghuni kos. Bayangkan ada beberapa anak kos yang meradang karena internet kos mati ditengah
padatnya tugas kuliah. Mereka mengandalkan internet sebagai sumber informasi. So.. pertanyaan penting adalah: “Disini ada
internet / wifi? Pakai koneksi apa? sering mati gak? ada tambahan biaya untuk memakai koneksinya? ”
Bila tidak ada koneksi, dan kawasan tempat temen-temen cari juga memang sulit untuk mendapatkan kos dengan fasilitas
tersebut, pastikan saja ketika survey lokasi, lihat di HP, apakah ada koneksi 4G di Handphone. Why? karena wilayah yang
kos nya murah, belum tentu sudah terjangkau dengan jaringan Seluler yang baik.

6. TV
Boleh bawa TV? tentu saja beberapa kos mengijinkan membawa TV apalagi jika kos tersebut menggunakan pulsa token yang diisi
sendiri oleh tenant, tapi tidak semua “tetangga” senang jika ada yang membawa TV. Pasalnya, dengan adanya TV, maka suara
dari TV tersebut akan sangat mungkin mengganggu ketenangan mereka. jadi pastikan saja jika membawa TV usahakan memiliki
Headphone yang cukup panjang agar kualitas audio yang didapat dari suara TV bisa lebih memuaskan. Tapi saat ini kebanyakan
tenant telah memiliki SMARTPHONE ataupun Laptop untuk alternatif pengganti TV untuk menonton video online

7. Kulkas
Untuk soal ini, mungkin kita hanya akan dapat informasi apakah tersedia kulkas atau tidak? tapi ada pertanyaan lain yang
butuh ditanyakan seperti, kulkasnya biasanya penuh atau tidak? atau, biasa mereka masak atau tidak? nah, dengan mengetahui
habit dari “tetangga” kos itu, maka kita bisa tahu kemungkinan penuh atau tidaknya itu kulkas

8. Dapur
Untuk kos cewek, biasanya pertanyaan ini cukup sering ditanyakan. Biasanya dapur banyak dipakai untuk masak mie instant,
membuat air panas atau sekedar untuk menghangatkan sayur. Pertanyaan pentingnya adalah “Apakah GAS disediakan oleh pemilik
kos atau ada tambahan untuk pemakaian GAS tersebut?”

9. Pulsa Listrik
Salah satu komponen dalam memutuskan tempat kos adalah pengeluaran pulsa listrik. Pertanyaan seperti “Apakah pulsa listrik
sudah termasuk dalam harga atau kami harus mengisi sendiri?” Kebanyakan pemilik kos dengan kehadiran pulsa listrik mandiri
ini memberikan tanggung jawab pengisian pulsa kepada tenant karena lebih mudah dalam pengontrolan penggunaan listrik, hanya
jika kita sendiri yang harus membeli dan mengisi pulsa listrik tidak lah convenience. Carilah kos yang telah memasukan
komponen biaya listrik kedalamnya sehingga kita bisa lebih nyaman dalam menggunakan listrik. Pertanyaan berikutnya adalah
“Berapa watt di setiap kamar?”, kalian harus menghitung jika membawa TV, AC, Laptop, Charge HP, Kulkas, Rice cooker,
Setrika, Pengering Rambut dan sebagainya apakah kamar tersebut mampu menampung beban seperti itu. Biasanya kos akan
dibatasi Watt yang disediakan supaya beban listrik tidak terlalu memberatkan

10. Cuci Gosok
Saat ini, banyak di lokasi kos menjamur tempat laundry kiloan, tapi jauh lebih nyaman jika di tempat kos terdapat layanan
cuci gosok, sehingga baju yang kita pakai setiap hari tidak perlu kita bawa ke laundry dan mengampilnya lagi. Tanyakan
apakah Ibu cuci gosok tersebut sudah termasuk dalam komponen harga utama. Jika sudah, segera ambil kos tersebut, karena
jika ada fasilitas cuci gosok, maka dibutuhkan tempat jemuran, extra air bersih, Sabun, Listrik untuk menggosok serta
biaya si ibu cuci. Nah, jika tempat kos terdapat fasilitas ini, tentu menjadi nilai tambah yang baik sekali.
Demikian ulasan saya tentang 10 pertanyaan yang paling banyak ditanya ketika mencari kos. Menurut kalian, ada pertanyaan
apa lagi yang sebaiknya ditanyakan?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Kost Gading Serpong – recommended banget!

Di gading serpong sangat banyak kost-kost baru yang bermunculan. Beberapa orang memilih berinvestasi di Gading Serpong karena selain kawasannya semakin ramai, juga sangat didukung oleh dua pengembang Raksasa: Summarecon dan Paramont Land. Dengan dukungan mereka, fasilitas-fasilitas publik sangat terawat dengan baik. Jalan beraspal yang baik, Mall yang lengkap, Rumah Sakit dan Kampus-kampus sudah mulai masuk.

Permintaan tinggi ketersediaan terbatas

Dengan banyaknya perkantoran dan terbukanya lapangan pekerjaan serta banyaknya mahasiswa yang datang ke gading serpong baik untuk belajar maupun bekerja, adalah sangat wajar jika permintaan penyewaan kost meningkat dengan tajam. Sayangnya, beberapa cluster yang lokasinya cukup strategis dibatasi oleh pengembang untuk membangun kost karena tetangga dari cluster tersebut complain. Tetapi beberapa wilayah masih terbuka kesempatan untuk menyediakan kost murah di gading serpong. Seperti di gading serpong sektor 6 misalnya.

Kost Gading serpong Sektor 6, Sektor terdekat dengan Supermarket Giant, Kampus UMN, Serpong Digital Center

Dilansir dari halaman facebook (https://www.facebook.com/KosKosanDiGadingSerpongSektor6/) kawasan gading serpong terutama di gading serpong sektor 6 menjadi pilihan para penyewa kost.

kost gading serpong sektor 6
kost gading serpong sektor 6

 

 

Memasuki kost ini, kesan pertama adalah parkiran yang disiapkan untuk Motor, anak tangga untuk masuk ke lantai dua terpisah dengan ruang induk kos sehingga penyewa kost bisa lebih leluasa untuk keluar masuk kost ini.

Kost ini baru selesai dibangun dan seluruh perabot telah terisi. Kamar telah terisi dengan AC, Ranjang spring bed, serta lemari baju minimalis dan meja tulis.

Kamar juga dilengkapi dengan jendela agar udara tetap dapat tersirkulasi dengan baik.

Dengan menggunakan jasa arsitek ketika membangun kost ini, terlihat jelas baiknya pencahayaan, sirkulasi udara dan tata letak tempat ini.

Karena design konsep rumah ini memang di khususkan  untuk wanita, maka disiapkan juga dapur untuk memasak. Untuk kamar mandi dilengkapi dengan shower, air PAM serta toilet duduk.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi 0851-00-405-205 (Oma)

atau wazap di 081-777-8022 (Windy)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Wika di Tahun 2014 memiliki laba bersih per saham dasar sebesar Rp. 100.19. Dari mana nih angka?

LogoIDX-Indonesia-Stock-Exchange
LogoIDX-Indonesia-Stock-Exchange

Kok bisa pada tau sih berapa keuntungan perusahaan WIKA? Tau dari mana mereka tentang kinerja secara keuangan perusahaan ini? Nah, ternyata semua data perusahaan Tbk (terbuka) ada di website idx.co.id. IDX adalah singkatan dari Indonesia Stock Exchange atau umum juga di sebut BEI (Bursa Efek Indonesia). Disini semua informasi saham tertulis dengan detail. Saya mencari laporan keuangan perusahaan ini secara langsung dan menemukan laporan keuangan perusahaan ini teraudit 2014. Bisa dibilang terbaru. untuk informasi Profil Perusahaan Tercatat silahkan di download.

Tahun 2014

Jumlah saham (S) beredar sebanyak 6.149.225.000 lembar saham

Total Laba bersih untuk pemilik entitas induk (E) sebesar Rp. 615.181.415.000,-

jadi E/S atau EPS atau Earning per Share adalah Rp. 100.04 atau menurut di laporan laba ruginya di 2014 EPSnya adalah Rp. 100.19

Nah, kalo temen-temen ada yang pegang saham sejumlah misal 10.000 lembar, maka kalian berhak mendapatkan Laba sebesar 10.000 x 100.04 atau sama dengan Rp. 1.000.400,-

kalau temen-temen beli di harga Rp. 3000,- per lembar saham maka modal untuk mendapatkan 10.000 lembar adalah sebanyak 30.000.000,-

Sekarang coba bandingin, setelah 1 tahun uang 30juta dapat bunga 1juta, jadi keuntungannya adalah sebesar 3,33% setahun. PUAS?

Kalau mau keuntungan sampai dengan 12% setahun (atau 3,6x yang sekarang) maka sebenernya harusnya beli bukan di Rp. 3000 tapi di Rp. 833

Nah, apa bisa harga saham dari Rp. 3000 ke Rp. 833?

yang pasti di 2011, harga saham tertinggi adalah di 710. Nah, buat mereka yang membeli di harga tersebut maka bisa dibilang keuntungan mereka dengan EPS 100.19 adalah 14%

Jadi kalo dipikir-pikir ternyata harga wika saat ini sudah bisa dibilang, gak cuan2 amat. duit 30jt di anggurin 1 tahun cuma untung 1jt. Mending cari saham yang lain aja kali ya?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Rahasia Menilai Harga Wajar Saham Lewat Price Earning Ratio

Go Public Anak Usaha Wika
Go Public Anak Usaha Wika

Jadi berapa harga wajar saham untuk WIKA?

Wika adalah salah satu saham yang saya beli untuk memenuhi kolom aset saya. Ketika beli cuma 2 pertimbangan waktu itu. Harganya sedang turun sama seperti 1 tahun lalu ketika saya jual serta Indonesia sedang maju untuk pembangunan infrastruktur jadi kemungkinan WIKA akan ikut terdongkrak naik.

Dari pertimbangan itulah saya memutuskan untuk membeli WIKA. Saya menunggu untuk harga tersebut turun dibatas yang saya mau beli dan akhirnya GOL.
Pada tanggal 5/12/2015 saya membeli di harga 3,100. Sebulan kemudian harga saham ternyata turun lagi.
Pada tanggal 6/11/2015 saya beli lagi di harga 2,770. Mumpung masih discount. Lima hari kemudian harga kembali drop ke 2,620.

Nah, disaat inilah saya berpikir, Sebenarnya berapa sih harga wajar (Intrinsic Value) dari saham WIKA.

Saat membaca buku Stock analysis, ternyata satu hal yang harus dicari tahu adalah PER dari sebuah perusahaan. PER? Pegas? bukan. Ternyata PER adalah Price (Harga Saham) dibandingkan dengan Earning(Laba Bersih). Price Earning Ratio.

Jadi misal, Sebuah perusahaan memiliki keuntungan di tahun itu sebesar 1 Juta rupiah, dimana jumlah lembar saham yang sedang ada di pasaran adalah sejumlah 1 juta lembar. Maka Keuntungan perusahaan tersebut dari setiap lembarnya adalah sebesar 1 rupiah (Earning per Share) . Nah, inilah EARNING yang akan digunakan sebagai perbandingan nanti.

Sekarang kita lihat harga sahamnya. Harga saham itu di nilai berdasarkan harga yang sedang diperjual belikan dipasar saham. Harga tersebut adalah harga 1 lembar saham. Maka itu untuk PER kita menghitung harga jual/beli perlembar saham dibandingkan dengan Laba bersih perlembar saham juga.

Contoh A:

Misal harga 1 lembar senilai Rp. 20 perlembar saham, lalu keuntungan perusahaan per 1 lembar senilai Rp. 1. Maka PERnya adalah 20.

Contoh B:

Misal harga 1 lembar senilai Rp. 40 per lembar saham, lalu keuntungan perusahaan per 1 lembar senilai Rp. 1. Maka PERnya adalah 40.

Beberapa investor mengacu pada kebalikannya dengan sebutan Earning Yield yaitu keuntungan 1 lembar saham dibagi harga jual/beli saham saat itu.

Jadi kalau mengacu kepada:

Contoh A maka Earning Yield adalah 1/20 atau 0.05 atau 5%

Contoh B maka Earning Yield adalah 1/40 atau 0.025 atau 2,5%

jadi misal seluruh keuntungan perusahaan dibagikan kepada semua yang punya saham itu, maka keuntungan saham tersebut ketika harga 20 adalah 5% keuntungan, kalau harga 40 maka turun jadi sisa 2.5% saja.

Konsep Earning Yield ini sangat membantu ketika membandingkan investment opportunity yang ada.

Misal: sebuah perusahaan harganya dijual 10 kali laba perlembar saham maka Earning Yieldnya adalah 10%. Dibandingkan dengan Obligasi 10 tahun dengan bunga 5% maka keuntungannya adalah 2 kali lipatnya.

Misal nilai Obligasi hari ini senilai 1000, maka obligasi itu memberika hasil 50 pertahun dan akan dikembalikan lagi pokoknya yang 1000 itu ketika genap 10 tahun. tapi karena ada inflasi, misal 3% setahun, maka nilai uang itu hanya menjadi 737 kalo dilihat dari uang hari ini alias berkurang nilainya.

Nah, kalo beli saham 10x dari labanya (atau bunga 10%) maka, keungannya secara teori adalah 2x lipatnya. Tapi kebanyakan perusahaan, keuntungannya dibagikan sebagian saja kepada pemegang saham, selebihnya di puter lagi di bisnisnya biar bisa tumbuh lagi. Nah, belum lagi inflasi yang terjadi biasanya dikenakan ke customer dari perusahaan itu. Misal harga jual di Rp. 100 tahun lalu, maka perusahaan bisa naikan harga jual jadi Rp. 103.

Nah untuk harga sahamnya sendiri, misal kita beli saham dengan keuntungannya Rp. 1 dengan harga saham waktu beli di Rp. 10, maka dengan inflasi keuntungan setelah 10 tahun adalah Rp. 1.34. Atau secara P/E ratio, nilai sahamnya menjadi Rp. 13.40.

Keuntungan perusahaan secara ekonomi tumbuh sesuai dengan inflasi yang ada, sjarah mencatat 3% di amerika. Nah kalo dipikir2, inflasi ditambah dengan pertumbuhan ekonomi lainya bisa dibilang keuntungan Rp. 1 tadi akan tumbuh 6% pertahun. Artinya keuntungan per lembar saham menjadi Rp. 1.79 dalam 10 tahun. Uang 1000 yang diinvest dengan PE ratio yang sama maka dalam 10 tahun uangnya menjadi 1739.

 

NAh jadi berapa PER dari wika ini seharusnya?

Besok Lanjut lagi ya…

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Mimpi baru. Menjadi seperti Lo Kheng Hong, Sang Value Investor yang Bebas Finansial

Saya baru saja membaca sedikit dari buku The Little Book of Value Investing. Proses mendapatkan buku ini karena ketertarikan saya dengan postingan dari salah satu media yang berjudul Lo Kheng Hong, Sang Value Investor yang Bebas Finansial”. Mengutip apa yang beliau katakan

Menurut Kheng Hong – demikian ia biasa disapa, ada 5 hal yang tidak dimilikinya, yaitu ia tidak punya kantor, tidak punya pelanggan sebagaimana para pebisnis atau marketing perusahaan, tidak punya karyawan, tidak punya bos, dan tidak punya utang satu rupiah pun. Semua properti miliknya pun ia beli secara tunai, dan bukan dengan kredit pemilikan rumah (KPR).

Saya sangat suka dengan cara kerja yang ia miliki dan saya mendambakan menjadi seperti beliau. Ditambah lagi bagaimana dia menjalani hidupnya adalah amat sangat menarik. Tinggal di 5 benua selama 2 minggu atau 1 bulan ketika ia mau.

Tentu untuk menjadi seperti beliau maka saya juga harus bisa mengikuti cara beliau bekerja dan mengalami jatuh bangun yang sama seperti beliau.

Buku yang sedang saya baca ini sangat menarik karena dibuka dengan cerita dari penulis tentang value investing yang dijalankan oleh Warren Buffett bahkan sejarah mbah gurunya beliau juga ditulis. Kisah tentang jual beli saham dari 1 abad yang lalu, bagaimana wall street menjual saham.

Value Investing menjadi menarik karena harga saham yang selalu naik dan turun dan juga menjadi pertanyaan menarik “berapa sih harga wajarnya?”

Setiap perusahaan pasti bisa bergerak maju, dengan terlihat dari laba yang ia dapatkan, ataupun mundur, dengan melihat dari kerugian perusahaan tersebut.

Nah, sekarang harga saham ini wajarnya berapa? di harga berapa saya bisa beli saham perusahaan ini? apakah sudah harga discount?

Saya akan coba cari jawaban lebih lagi lewat buku ini dan akan saya posting di website saya ini. Semoga hasil pelajaran saya bisa saya bagi dan mungkin ada temen2 yang telah mendapatkan pencerahan bisa membantu dengan comment dan berbagi ilmu.

Salam Bebas Finansial

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail